Sabtu, 20 Juli 2019

pengetahuan lingkungan

Pengetahuan lingkungan

A. Latar Belakang

    Pengling merupakan pengetahuan yang mengkaji hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya dalam hubungannya dengan dampak kehidupan manusia serta berupaya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Sementara ada ahli yang memasukkan pengetahuan lingkungan ini ke dalam lingkup ilmu pengetahuan (science) namun ada pula yang memasukkan ke dalam lingkup pengetahuan (knowledge), masing-masing memiliki alasan tersendiri.

    Sebagaimana diketahui, ilmu pengetahuan adalah suatu kegiatan mencari kebenaran dengan objek tertentu yang konkret dengan bidang kajian yang khas yang memiliki metod ilmiah yang sistematis, obyektif, konsisten dan berlaku umum/universal. Sedangkan pengetahuan adalah pencarian kebenaran berdasarkan pengalaman dan bidang kajian yang belum jelas serta belum menggunakan metode yang sistematis, cenderung subyektif dan kurang konsisten. Pengetahuan juga dapat melalui intuisi, prasangka dan trial and error. Pada kegiatan yang semula digolongkan pengetahuan dimasukkan ke dalam kegiatan ilmiah. 

    Ruang lingkup pengling meliputi segala permasalahan yang melingkupi umat manusia yang terdiri dari lingkungan biotik, abiotik, sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya. Menurut St. Munajat Danu Saputra dalam Darsono, lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan tingkat perbuatannya, yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.

B.    Tujuan Umum

    Tujuan dilaksanakan praktikum ini adalah untuk kepentingan mahasiswa itu sendiri dalam mempelajari ilmu pengetahuan lingkungan. Tujuan ini juga dilaksanakan sebagai latihan untuk memperdalam ilmu, melatih, membina para mahasiswa atau para praktian agar mampu bekerja dengan baik dan bertanggungjawab sehingga nanti memperoleh gambaran tentang masalah yang akan datang sesuai dengan tuntutan tugas yang diberikan kepadanya dan sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya. 

C.    Manfaat Praktikum

-    Untuk mengetahui kondisi di Pantai Induk
-    Untuk mengetahui cacing sebagai indikator dalam dekomposisi tanah

D.    Pelaksanaan

1.    Hari/Tanggal
       Pelaksanaan praktikum pada hari Minggu, 10 Mei 2009.

2.    Tempat
       Pantai Induk Desa Kebun Ayu Kecamatan Gerung.




BAB II
KAJIAN TEORI

A.    Acara I (Populasi Dekomposer)

Ketergantungan komponen abiotik terhadap biotik


    Cacing tanah akan membuat sarang berupa liang atau lubang di dalam tanah. Sehingga akan terisi udara yang berguna bagi pernafasan akar. Cacing tanah juga memasukkan daun-daun tumbuhan ke dalam liangnya yang pada akhirnya membusuk dan membentuk humus yang menyuburkan tanah.

    Kita dapat mencermati pengaruh komponen biotik terhadap komponen abiotik dalam cakupan yang lebih luas dengan mengamati keberadaan air dan iklim di sekitar hutan akar-akar tumbuhan dan dapat menahan air hujan sehingga air tidak terlalu cepat mengalir ke laut. Akar tumbuhan juga mencegah terjadinya erosi dan tanah longsor. 

Dekomposer (pengurai)

    Dekomposer adalah organisasi yang menguraikan sisa-sisa tubuh makhluk hidup yang telah mati ataupun kotoran makhluk hidup menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana, pengurai mampu mengubah makhluk hidup menjadi zat-zat anorganik, selanjutnya zat-zat anorganik di dalam tanah yang disebut juga unsur-unsur hara tersebut digunakan oleh tumbuhan untuk membentuk zat-zat makanan. 

    Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati. Bangkai hewan dan sisa-sisa bagian tubuh tumbuhan yang mati akan membentuk sampah, dan sampah-sampah tersebut akan terurai menjadi bagian-bagian yang sangat kecil berupa unsur-unsur sederhana yangmeresap ke dalam tanah dan dapat diserap oleh tumbhan. Proses ini berlangsung karena adanya organisme mengurai. 

    Penguraian atau dekomposer membusukkan atau menguraikan sisa-sisa makhluk hidup lainnya. Aktivitas pengurai menghasilkan bahan-bahan anorganik yaitu mineral-mineral yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan hijau atau produsen saling ketergantungan antara produsen, konsumen dan pengurai dapat digambarkan sebagai berikut:

B.    Acara II (Ekosistem)

Komponen penyusun ekosistem

Ekosistem tersusun atas 2 komponen yaitu biotik dan abiotik. 
1.    Komponen biotik

Yaitu lingkungan yang terdiri dari komponen-komponen hidup/makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, mikroorganisme dan manusia baik yang bersifat parasit ataupun suprofit.
Biotik dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:

  • Produsen Yaitu organism yang mampu mensintesis makanan atau zat organik sendiri dari zat organik/ bersifat autrotof seperti tumbuhan hijau yang memiliki klorofil atau zat hijau daun dengan sinar matahari mampu melakukan fotosintesis
  • Konsumen, Semua organisme yang termasuk konsumen bersifat heterotrof karena tidak mampu mensitensis zat organik sendiri. Konsumen menggantungkan hidupnya pada zat organik yang dihasilkan oleh produsen. Produsen terdiri atas:
       a) Herbivora yaitu hewan pemakan tumbuh-tumbuhan contoh sapi dan kerbau. 
       b) Karnivora yaitu hewan pemakan daging contoh harimau dan serigala. 
       c) Omnivora yaitu hean pemakan segala-galanya contoh manusia. 
  • Pengurai/ dekomposer, Merupakan organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati. Organisme mengurai adalah jamur dan bakteri.
2.    Komponen abiotik

Adalah semua faktor penyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda mati, contoh oksigen, kelembaban, suhu, air, cahaya matahari dan pH tanah dan garam mineral.

  • Oksigen
  • Kelembaban dan suhu, mempengaruhi keberadaan suhu organisme dan berpengaruh terhadap hilangnya air yang terjadi melalui penguapan. Setiap organism memiliki toleransi berbeda-beda terhadap suhu dan kelembaban, suhu terendah yang masih memungkinkan organisme hidup disebut suhu minimum, suhu yang paling sesuai dengan mendukung kehidupan disebut suhu maksimum. 
  • Air dan mineral, Air merupakan penyusun tubuh setiap makhluk hidup. Sebagian besar tubuh tersusun oleh air, fungsi air dalam tubuh adalah sebagai zat pelarut dalam tubuh serta membantu metabolisme tubuh. 
  • Cahaya matahari merupakan sumber energi dari semua makhluk hidup. 
  • pH tanah, tumbuhan hanya bisa atau netrat (pH 7) apabila tanah terlalu asam dan basa, pertumbuhan akan terganggu.

Interaksi dalam ekosistem

Dalam ekosistem ada interaksi atau hubungan timbal balik antara komponen yang satu dengan lainnya. Jenis-jenis interaksi antara lain:

1.    Hubungan interaksi antara individu dalam populasi

Hubungan yang terjadi antara individu dalam satu jenis disebut intraspesifik.

2.    Hubungan antara individu dalam komunitas

Hubungan antara individu yang berbeda jenis dan berbeda populasi disebut hubungan intraspesifik. 
Interaksi yang terjadi antara lain:

  • Simbiosis mutualisme adalah interaksi antara organisme yang saling menguntungkan seperti kupu-kupu dengan tanaman berbunga.
  • Simbiosis parasitisme adalah interaksi antara organisme yang saling merugikan contoh benda dengan tanaman inangnya.
  • Simbiosis komensiolisme adalah interaksi antara organisme yang satu diuntungkan dan yang satu tidak dirugikan contoh bunga anggrek dengan pohon yang ditumpanginya. 
  • Kompetisi adalah jenis interaksi antara organisme yang saling bersaing untuk bisa bertahan hidup contoh tanaman padi dengan gulam. 
  • Netralisme adalah interaksi antar individu yang saling lepas atau tidak saling mempengaruhi.
  • Predatorisme adalah interaksi antar organisme dimana yang satu memakan yang lain contoh kucing dan tikus, harimau dan rusa. 
  • Faktor yang mempengaruhi suksesi, yaitu:
            a)    luasnya habitat asal yang mengalami kerusakan jenis
            b)    jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh di sekitar ekosistem yang terganggu 
            c)    kecepatan pemencaran biji atau benih dalam eksistem 
            d)    iklim
            e)    jenis substrak baru yang terbentuk

Ekosistem air tawar

Ciri-cirinya suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Tumbuhan terbanyak adalah jenis ganggang hampir semua filum hewan terdapat dalam ekosistem air tawar. 

a)    Danau

Daerah dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Dan daerah yang tidak tembus cahaya disebut apotik. 

Danau dibagi menjadi empat yaitu:

  1. Danau lokal, komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis ganggang, siput dan remis, serangga, crustacea, ikan, ampibi reptilia air, dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik, dan angsa dan lainnya.
  2. Daerah limnetik dihuni oleh berbagai organisme seperti sitoplankton, ganggang dan sianobakteri, zooplankton yang sebagian besar termasuk retifera dan udang.
  3. Daerah profundal, merupakan daerah yang dalam yaitu daerah apotik danau. Danau ini dihuni oleh cacing dan mikroba. 
  4. Daerah bentik merupakan tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. 

b)    Sungai

Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung kekerabatan komunitas plankton. Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. 

C.    Acara III (Vegetasi Pinggir Pantai)


a.    Ekosistem air laut
Ekosistem air laut dibedakan menjadi:
  • Laut, Habitat laut (oseanik) ditandai dengan salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion cl mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar, di daerah tropik, suhu laut sekitar 25%.
  • Pantai, Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut air laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat kerap.

Daerah ini dihuni oleh ganggang, porfera, anemon laut, remis dan kerang dan sebagainya. Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke daerah. Dapat dibedakan sebagai berikut:

  • Komunitas pas caprap
Tumbuhan yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan ipomoe pas caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin, tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah spinifex littorius (rumput laut), crinum asianticum (bakung), pan danus tectorius (pandan). 
  • Formasi baringtonia
Daerah ini didominasi oleh tumbuhan baringtonia, dan termasuk di dalamnya wedelia, thespesia, terminalia, gucttarda, dan erythrina.

  • Estuari (muara)
Merupakan tempat bersatunya sungai dan laut, sering dipagari oleh lempengan lumpur interdial yang luas atau rawa garam. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari yaitu rumput rawa garam, ganggang dan pitoplankton.

  • Trumbu karang
Didominiasi oleh karang (coral) merupakan kelompok (lindania) yang mengkresikan kalsium karbonat rangka dari kalsium karbobat ini bermacam-macam bentuknya da menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang. 


BAB III
METODE PRAKTIKUM


A.    Jenis Praktikum

Jenis eksplorasi adalah jenis penelitian yang obyek penelitiannya sudah tersedia di alam secara langsung.

B.    Instrumen

1.    Alat

Untuk acara I : Populasi dekomposer
  • Pinset
  • Penggaris/meteran
  • Sapu lidi
  • Alat tulis menulis
  • Ember
  • Cangkul
  • Kantong plastik (untuk koleksi) ukuran 55 x 45 cm
  • Alat timbangan
  • Tali plastik

Untuk acara II : Ekosistem kolam dan sawah
  • Lokasi kolam atau sawah
  • Kantong plastik (alat koleksi)
  • Alat tulis menulis

Untuk acara III : Analisis vegetasi pinggir pantai
  • Meteran
  • Tali rapia
  • Gunting
  • Kantong plastik
  • Patokan
  • Kunci identifikasi tumbuhan
2.    Bahan

Untuk acara I : Populasi dekomposer
Kalium pemangat atau air sabun/deterjen yang pekat 

Untuk acara II : Ekosistem kolam dan sawah
Petunjuk pengenalan taksonomi yang jelas tumbuhan dan hewan. 

Untuk acara III : Analisis vegetasi pinggir pantai
  • Tali rapia
  • Alat tulis menulis


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


A.    Hasil Pengamatan

1.    Acara I

Tabel










Tabel I : Pengamatan Ekosistem Kolam


Tabel II : Pengamatan Ekosistem Kolam















B.    Pembahasan

Deskripsi Acara I

Pada cacing (Lumbricus terestis) hidup di dua tempat yaitu di tempat yang kering dan di tempat yang basah. Perbedaan berat antara cacing pada tempat yang basah dengan cacing di tempat yang kering sangatlah berbeda, hal yang mempengaruhi ini adalah unsur hara yang lebih banyak di tempat yang basah daripada tempat yang kering. Perbedaan warna disebaban oleh zat warna hitam yang disebut basah disebabkan karena banyaknya unsur hara pada tempat tersebut.

Reproduksi seksual pada cacing disebabkan oleh masaknya sel telur dan ovum tidak sama memiliki dua aat kelamin/ hemoprodik cacing pada tempat kering. Cacing yang didapatkan memiliki warna merah agak kecoklatan, hal tersebut ini salah satu unsur dekomposisi sedangkan cacing pada tempat basah, cacing yang didapatkan pada tempat basah lebih banyak bentuknya berbeda-beda, yang besar/ gemuk, ada yang kurus/ kecil dan memiliki beberapa jenis warna yang berbeda; ada yang merah, coklat dan hitam.

Deskripsi Acara II


Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungan di sekitar. Dalam pengamatan tersebut terdapat komponen biotik dan abiotik. Adapun komponen biotik misanya padi, rumput, kodok, keong mas, dan lain sebagainya, sedangkan komponen abiotik misalnya batu, tanah, air, udara, dan sebagainya.


Deskripsi Acara III

Vegetasi pinggir pantai didominasi oleh tumbuhan yang menjalar yang termasuk dalam jenis mana dan banyak juga terdapat semak, sedangkan pohon yang tinggi seperti pardu, sangatlah jarang. Bentuk daunnya kecil-kecil ini disebabkan untuk mengurangi penguapan yang terlalu tinggi, serta struktur tanah yang berpasir. Hal ini dipengaruhi oleh salinitas dan dapat menyebabkan tumbuhan dengan ciri pohon maupun pardu kurang, dan tumbuhan pinggir pantai cenderung pendek. 


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


A.    Kesimpulan

Dari hasil praktikum disini kami dapat menarik kesimpulan sebagai berikut;
  1. Dalam kehidupan di dunia dekomposer atau pengurai sangatlah penting, sebab dekomposer adaah salah satu penyebab kesuburan tanah.
  2. Suatu ekosistem disusun oleh komponen yang terdiri dari makhluk hidup atua komponen biotik dan komponen yang terdiri dari benda mati atau komponen abiotik. 
  3. Semakin jauh dari pantai kadar garamnya semakin sedikit maka semakin banyak tambahan hidup dan semakin dekat hubungan kekerabatannya dengan pantai kadar garamnya semakin tinggi makanan tumbuhan yang hidup semakin sedikit.

B.    Saran

Apabila laporan praktikum ini jauh dari kesempurnaan maka mohon kepada dosen dan asisten dapat memberikan bimbingan agar pembuatan yang akan datang bisa lebih baik dan sempurna. Dan praktikan mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas segala bimbingan di dalam melaksanakan praktikum. 


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2002. Biologi X SMA/ MA.

Tim Penyusun. 1994. Gita SMU Biologi. PT Pabelan. Surakarta.

Tim Penyusun. 2007. Rangkuman Kuliah Biologi Umum FPMIPA. IKIP Mataram.

Sunarto dkk. 2002. IPA Biologi I. PT Tiga Serangkai. Solo. 

Syamsuri I dan Winarno R. 1993. Pengetahuan Lingkungan. Depdikbud. IKIP Malang.

Darsono V. 1995. Pengantar Ilmu Lingkungan. Universitas Atma Jaya. Yogyakarta.

Jumat, 21 Juni 2019

pengembangan potensi mobile games indonesia


Industri game adalah industri yang berkembang dengan cepat sepanjang tahunnya. Munculnya e-sport, pertandingan game skala internasional dan dikenalnya profesi-profesi yang berkaitan dengan game seperti professional player, pemain game untuk kompetisi, entertainer seperti streamer, Youtuber gaming dan indie developer.Bermain game tidak hanya menjadi hobi, tetapi sudah menjadi sebuah profesi.
 Kemajuan teknologi menghadirkan mobile games, model game yang lebih pratis dan memiliki mobilitas tinggi. Pengembang game besar platform PC, PlayStation, Xbox mulai tertarik mengembangkan gamenya menjadi mobile games, terutama untuk menarik pasar besar di Asia. Perkembangan mobile games di Indonesia tidak ketinggalan, pendapatan industri game di Indonesia tinggi. Dari anak-anak sampai orang dewasa memiliki preferensi game masing-masing dan mobile games memberi kemudahan untuk dimainkan pada waktu luang atau saat kumpul bersama teman. Beberapa tahun terakhir banyak mobile games yang booming di Indonesia, dengan berbagai genre dan segmen pasar yang beragam.
 Sayangnya, meskipun mobile games memiliki pasar yang besar di Indonesia, belum banyak pengembang lokal yang besar di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Kominfo tahun 2017, pelaku industri game lokal hanya menguasai 10 persen dari total nilai pendapatan industri game Indonesia. Pengembang yang populer kebanyakan berasal dari luar negeri. Hal ini tentu disayangkan melihat peluang pendapatan negara dan terbukanya lapangan perkerjaan baru karena minat pemain Indonesia yang tinggi. Indonesia juga memiliki pengembang dan programmer handal yang gamenya berpotensi menarik minat pemain skala global.
Hambatan yang akan dihadapi adalah mempopulerkan game ke publik dan meningkatkan jumlah pemain. Game akan cepat populer ketika banyak dimainkan orang-orang. Solusi terbaik adalah dengan promosi yang masif. Sarana promosi terbaik yaitu melalui influencerdari berbagai platform media sosial seperti YouTube, Instagram, Twitch, dan lain-lain.
Delurium Business Model Canvas
Delurium adalah pengembang mobile games Indonesia yang memiliki tujuan menjadi perusahaan pengembang mobile games terbaik nasional kelas dunia. Tim Delurium terdiri dari pengembang game lokal yang tidak diragukan keahliannya. Delurium akan merilis beragam game berbasis mobile dengan genre yang bervariasi, diantaranya MMORPG, battle royale, simulation, arcade, action, dan lain-lain. Game pertama yang akan dikembangkan dan menjadi fokus utama Delurium yaitu open world RPG, Quest of Valhalla, model game ini dapat diminati berbagai kalangan. Game Delurium dapat diunduh secara gratis (free to play) dan terdapat in game purchases.
1. Customer Segments
Delurium memilih target konsumen usia 13 tahun ke atas. Game yang akan dihadirkan beragam, mulai dari game family friendly untuk anak-anak dan game yang lebih kompleks dan rumit untuk orang dewasa. Game Delurium bisa dimainkan siapa saja, dari pelajar sampai orang dewasa karena bisa dimainkan melalui smartphone.
2. Value Propositions
Delurium memiliki keunggulan dan manfaat yang dijelaskan dalam Value Proposition. Nilai yang diberikan Delurium untuk dapat memenuhi kebutuhan dan harapan dari pemain yaitu:
           Free to play
 Game Delurium bersifat free to play, dapat dimainkan secara gratis.  Model ini memberikan pemain akses gratis ke permainan dan pemain dapat memilih untuk melakukan pembelian in game untuk mendapatkan barang virtual atau untuk meningkatkan pengalaman bermain melalui fitur yang berbayar. Akses gratis ke permainan menghalangi hambatan pemain untuk mencoba terlebih dahulu dan memutuskan membeli fitur berbayar atau tidak.
            Play with friends
Game Delurium semakin seru apabila dimainkan bersama teman. Terdapat fitur invite untuk mengundang teman bermain dan fitur percakapan dalam permainan yang memudahkan interaksi. Beberapa kegiatan dalam permainan akan mendorong pemain untuk bermain dalam tim, sehingga mendorong pemain berkenalan dengan orang baru dan membentuk komunitas. 
            Newness
Berbeda dengan game kebanyakan, game Quest of Valhalla menggabungkan beberapa genre yang sudah ada dalam satu game. Quest of Valhalla merupakan game open world, dimana pemainnya dapat mengeksplor dunia dalam game dengan bebas. Kegiatan yang dapat dilakukan saat mengeksplor game ini bermacam-macam, sesuai preferensi pemain. Apabila pemain suka dengan mode battle royale, pemain dapat memilih peran yang sesuai dan meningkatkan level dengan cara tersebut. Sementara yang lebih suka mode puzzlejuga dapat meningkatkan level sesuai cara yang mereka sukai. Quest of Valhalla menggabungkan berbagai genre dan hal ini belum dilakukan game-game lain.
3. Channels
   Dalam Business Model Canvas, kanal terbagi ke dalam beberapa bagian, yaitu sebagai berikut;

Mala Reversible Tote Bag

  1. Deskripsi Brand
Mla merupakan produk tote bag reversible atau tote bag yang dapat dibalik sisi dalam dan sisi luarnya dengan design dan warna yang berbeda. Mla hadir sesuai peluang pasar yang ada bahwa saat ini banyak anak muda maupun dewasa yang ingin tampil trendy dan memerlukan tote bag untuk keperluan mereka sehari-hari. Mla terinspirasi dari bahasa Irlandia yang berarti tas.
 Produk ini diperuntukkan untuk orang-orang dengan mobilitas tinggi, suka berpergian, dan beraktivitas padat, sehingga memerlukan tempat untuk membawa barang-barang mereka. Produk ini hadir juga dengan kantung di kedua sisi tas, yaitu di sisi dalam dan sisi luar yang dapat memudahkan untuk menaruh barang. Mla  hadir dengan warna-warna netral agar pelanggan dapat lebih mudah dalam mencocokkan warna produk dengan warna pakaian atau outfit mereka.
  1. Business Model Canvas
Selanjutnya, akan dibahas secara deskriptif mengenai Business Model Canvas (BMC) dari bisnis Mla. Hal ini penting untuk dijadikan alat dalam menganalisa serta merancang model bisnis secara terstruktur. Berikut akan dijelaskan satu per satu sembilan elemen dari BMC. Sembilan komponen yang ada tersebut adalah sebagai berikut, Customer Segment, Customer Relationship, Customer  Channel, Revenue Structure, Value Proposition, Key Activities, Key  Resource, Cost  Structure, dan Key Partners.
Customer Segments
Customer segments adalah kelompok target konsumen yang akan kita bidik untuk menjadi pelanggan kita. Pelanggan merupakan inti dari suatu bisnis, karena tanpa adanya pelanggan maka perusahaan kita tidak dapat berjalan ataupun bertahan. Dalam upaya memuaskan pelanggan, perusahaan perlu mengelompokkan pelanggan ke dalam beberapa jenis segmen yang berbeda-beda sesuai dengan kesamaan kebutuhan, perilaku, keinginan dan atribut lainnya. Kami mensegmentasikan produk kami untuk orang-orang yang bermobilitas tinggi dan beraktivitas padat sehingga memerlukan tempat untuk membawa barang-barang mereka.
Produk kami dibuat untuk orang-orang yang ingin terlihat trendy dengan design-design tote bag yang berbeda dalam satu tas. Segmentasi produk kami juga kepada orang-orang yang menginginkan kepraktisan dalam memperoleh design yang berbeda, yaitu dengan cukup membalikkan tote bag sisi luar dan sisi dalamnya saja. Kami menetapkan target konsumen kami sebagai masyarakat urban dengan penghasilan menengah keatas yang berumur 15-35 tahun.
Value Proposition
Convenience
Pada Value Proposition kami memfokuskan pada nilai yang diberikan kepada pelanggan, apa yang bisa kami tawarkan dari produk yang menjadi nilai tambahan daripada produk lain yang sudah ada di pasar sehingga menghasilkan keunggulan kompetitif. Produk kami memiliki nilai convenienve, yang berarti produk kami menawarkan kemudahan kepada para pelanggan. Pelanggan dengan mudahnya dapat membalikkan sisi luar menjadi sisi dalam tote bag atau sebaliknya untuk mendapatkan warna tas yang berbeda. Produk ini hadir juga dengan kantung di kedua sisi tas, yaitu di sisi dalam dan sisi luar yang dapat memudahkan untuk menaruh barang.
Design
Desain yang dipilih untuk menjual produk kami disesuaikan pada bagaimana desain menarik perhatian target audiens yang telah kami tetapkan. Warna netral adalah warna yang kami pilih untuk produk kami agar pelanggan dapat lebih mudah dalam mencocokkan warna produk dengan warna pakaian mereka. Kami memilih warna-warna yang netral gender, sehingga dapat digunakan oleh siapapun, serta dengan desain yang simple untuk menarik audiens di kategori usia yang lebih muda maupun yang lebih tua.
Eco-friendly
Penggunaan kantong plastik seolah sudah menjadi budaya yang sulit dihilangkan pada kehidupan sehari-hari, khususnya masyarakat di Indonesia. Namun, dengan adanya kesadaran, perubahan kebiasaan tersebut akan dapat lebih mudah dilakukan. Mla  dapat dijadikan solusi untuk pengurangan kantong plastik karena dapat dijadikan tas belanja yang dapat dipakai berulang-ulang. Dengan ukuran tas yang lebih besar dari ukuran tote bag pada umumnya, Tutu Tote Bag memiliki ruang cukup luas untuk menaruh barang-barang belanja pelanggan.
Comfort
Produk kami dibuat dengan bahan yang berkualitas dan nyaman. Bahan yang digunakan adalah bahan kanvas yang memiliki tekstur halus, tebal, dan tidak kaku. Walaupun tekstur bahan kami tebal, Mla tetap ringan jika dipakai. Hal ini menjadikan Mla tetap nyaman untuk digunakan.
Channels
  • Awareness
Saat perusahaan memulai untuk meningkatkan kesadaran (awareness) pelanggan atas produk yang ditawarkan. Untuk memperkenalkan produk kami kepada publik, kami akan memasarkannya secara online menggunakan media sosial seperti Instagram & Youtube untuk dalam bentuk konten visual mengenai produk yang kami tawarkan. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan influencer yang akan mempromosikan produk kami menggunakan video dan foto. Selain secara online, kami juga mengandalkan cara pemasaran offline yaitu dengan Word of Mouth. Pelanggan yang sudah membeli produk kami dapat menyampaikan kepada lingkungan mereka mengenai produk kami dari mulut ke mulut.
  • Evaluation
Tahap evaluation merupakan tahap dimana perusahaan akan membantu pelanggan untuk mengevaluasi proposisi nilai yang ditawarkan. Untuk meyakinkan pelanggan atas nilai yang ditawarkan dari produk Mla, kami akan menggunakan sosial media sebagai wadah untuk menyalurkan konten beserta informasi lengkap mengenai produk kami. Informasi yang akan disampaikan melalui Instagram yaitu kelebihan dari produk tote bag kami dan juga perbandingan yang dilakukan atas pesaing-pesaing kami. 
Untuk menunjukkan perbandingan antara produk Mla dengan produk tote bag lainnya, kami akan menekankan kelebihan-kelebihan dari produk kami bahwa produk Mla menekankan nilai convenience, comfort, dan eco-friendly. Selain konten informatif berbentuk visual di Instagram, kami juga akan menyertakan link di Instagram dimana akan terdapat booklet dimana informasi lebih detail mengenai produk serta list pricing akan didapatkan pada booklet tersebut

hal kecil yang berarti

LATAR BELAKANG MASALAH.  
Permasalahan sampah plastik di dunia dan di Indonesia sudah bukan masalah faktual yang asing, melainkan menjadi sebuah permasalahan besar yang perlu dicari jalan keluarnya. Berdasarkan hasil penelitian dari ScienceMag, jumlah produksi sampah plastik dunia sejak tahun 1950 hingga 2018 selalu menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk dunia. Dimulai dari angka 2 juta ton sampah plastik dari tahun 1950 hingga lebih dari 381 juta ton pada tahun 2018. Jenis sampah plastik yang menjadi polutan bervariasi diantaranya adalah bungkus makanan, botol plastik, sedotan, kantong plastik, tutup botol, sampai dengan alat makan plastik. Sampah-sampah ini merupakan jenis sampah yang sulit didaur ulang dan tidak dapat langsung dialihfungsikan sehabis pakai. 
Di Indonesia, angka sampah plastik mencapai 64 juta ton per tahun dengan 3,2 juta ton sampah plastik yang dibuang ke laut. Angka tersebut berhasil membuat Indonesia menduduki posisi kedua setelah Cina dalam hal produksi sampah plastik. Lebih lanjut lagi, diantara 3,2 juta ton sampah plastik yang terbuang ke laut, terdapat 10 miliar lembar sampah kantong plastik atau setara dengan 85,000 ton sampah kantong plastik yang pada akhirnya terpecah menjadi mikro plastik dan membahayakan ikan-ikan kecil di laut. Indonesia pada saat ini belum banyak memiliki lembaga yang menaungi alokasi pengolahan sampah plastik serta, kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah plastiknya sendiri juga rendah. 
Belum mampunya Indonesia dalam mengolah sampah plastik menyebabkan berbagai masalah serius namun tidak disadari oleh masyarakat Indonesia sendiri. Dampak secara nyatanya, sampah plastik yang tidak dapat diolah di Indonesia seringkali menewaskan hewan laut karena pembuangan yang dilakukan masyarakat tidak bertanggung jawab. Menjadikan keberadaan sampah plastik masalah bersama seluruh manusia. 
HUNI hadir untuk membantu masyarakat mengurangi permasalahan sampah plastik sekali pakai dengan produk yang berupa Novelty Beeswax Wrap. Produk ini merupakan bungkus makanan yang berbahan dasar kain dengan lapisan beeswax yang dapat dibentuk mengikuti bentuk makanannya. Wrap ini dapat digunakan berkali-kali sehingga, bukan termasuk golongan sampah sekali pakai buang. Penggunaan HUNI ini dapat diaplikasikan untuk membungkus potongan makanan seperti, keju, sayuran, roti, buah, rempah dan lain-lain. HUNI juga dapat digunakan untuk menutupi mangkok atau piring pengganti plastic foil yang sering digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. 
HUNI yang memiliki produk Novelty Beeswax Wrap, menyediakan food wrap dengan desain yang bukan pada umumnya dan eye-catchy sehingga, menimbulkan rasa senang atau bangga ketika pengguna memanfaatkan food wrap pribadi untuk membungkus makanannya. Sesuai dengan title nya yaitu "Novelty", HUNI berkomitmen untuk membantu mengurangi permasalahan lingkungan dengan cara yang menyenangkan atau tidak biasa bagi penggunanya. 
BUSINESS MODEL CANVAS
Pada bagian ini, akan dibahas pemaparan mengenai Business Model Canvas (BMC) dari HUNI yang akan dijadikan landasan bisnis HUNI beroperasi dari saat ini hingga lima tahun kedepan. Berikut ini adalah pemaparannya. 
  1. Customer Segments
Segmentasi pasar yang akan ditetapkan oleh HUNI adalah pada mass market dengan pertimbangan bahwa produk ini mudah dijangkau dan dapat digunakan oleh masyarakat umum. Segmentasi yang akan dilakukan adalah wanita dari umur 15 sampai dengan 60 tahun. Hal ini dikarenakan pengguna beeswax wrap mayoritas adalah ibu rumah tangga yang kesehariannya melakukan kegiatan memasak atau berbelanja sayur dan buah. Namun, pada Novelty Beeswax Wrap ini didesain dengan wrap yang eye-catchy sehingga, selain ibu rumah tangga, dapat menggunakannya tanpa merasa "tua". Melalui desain yang ditawarkan, HUNI ingin menyasar segmentasi anak muda yang sering menyantap masakan diluar rumah dan sering melakukan take away makanan. 
  1. Value Propositions
Manfaat yang ditawarkan dengan keberadaan HUNI adalah sebagai berikut. 
  • Eco-conscious
Bagi para pengguna HUNI, setiap wrap yang digunakan dapat dicuci dan digunakan kembali. Sehingga, melalui penggunaan HUNI, setiap konsumen telah membantu pengurangan sampah plastik yang semakin lama semakin menimbun dan mengancam ekosistem makhluk hidup. 
  • Eye-catchy Design
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa melalui desain produk yang menarik akan lebih berpengaruh untuk mendorong keputusan pembelian konsumen. Sehingga, melalui desain yang HUNI buat, akan mencakup desain yang sesuai dengan kategori umur target segmentasi agar pelanggan HUNI merasakan pride dalam menggunakan food wrap dari HUNI. 
  • Food Safe 
Berdasarkan penelitian yang berlangsung di Amerika Serikat, lapisan beeswax dinyatakan aman untuk bersentuhan dengan makanan. Sehingga, penggunaan HUNI tidak akan mengkontaminasi dan membahayakan makanan yang berada di dalamnya. 
  1. Channels
Channels atau saluran merupakan cara untuk mendeskripsikan bagaimana HUNI untuk melakukan komunikasi dan mencapai target pasarnya untuk memasarkan produk dan value yang ditawarkan. Berikut adalah rincian tahapan dari channels yang akan dilakukan oleh HUNI. 

rencana pengembangan sora

"Sora is a solution for urban people longing for a break from the hustle and bustle. Providing survival kits for your various urban situations, we're here to complete your daily essentials with products that you don't normally think about. The products include Commuter Kit for people who go through the hassle of day to day public transport, Apartment Kit for people who longs for more comfort in their homes, and The Deep Sleep Kit for people who craves a pleasant rest."
Berikut ini adalah Rencana Pengembangan Usaha yang akan 'Sora' lakukan setelah melakukan produksi dan penjualan:
1. Pengembangan atau penambahan varian produk
Salah satu upaya yang kami lakukan agar dapat mempertahankan pelanggan lama serta menarik pelanggan baru adalah dengan melakukan pengembangan atau penambahan produk baru dalam bisnis kami. Dengan melakukan pengembangan atau penambahan produk baru, kami juga dapat mempertahankan keunggulan kompetitif di antara para pesaing yang ada. Sebagai bisnis yang bergerak dibidang lifestyle, perkembangan merupakan hal yang terjadi dengan sangat cepat. Para pesaing kerap muncul dengan ide-ide baru yang inovatif dan menarik bagi para pelanggan. Oleh karena itu pengembangan atau penambahan produk baru dalam bisnis kami merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.
Rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh SORA adalah dengan menambah varian produk baru dalam survival kit kami. Kami melihat adanya peluang untuk mengembangkan suatu survival kit yang dibutuhkan oleh masyarakat urban ketika berpergian keluar kota atau keluar negeri. Selain itu kami sebagai mahasiswa juga melihat peluang untuk membuat suatu survival kit baru yang dapat memberikan kenyaman dan mempermudah para mahasiswa ketika mereka menghadapi ujian-ujian. Melihat banyaknya peluang untuk mengembangkan varian produk tersebut, kami tertarik untuk membuat dua survival kit terbaru yaitu travel kit dan exam 101 kit. 
Travel kit merupakan survival kit yang ditujukan kepada masyarakat urban sebagai kumpulan produk yang dapat membantu memberikan kenyamanan selama mereka bepergian, baik itu keluar kota maupun keluar negeri. Dalam survival kit tersebut, kami menawarkan beberapa produk seperti anti wrinkle spray, aromatherapy inhaler, ear plug, dan sleep eye mask. Anti wrinkle spray dapat digunakan bagi para traveller untuk merapikan baju mereka yang berkerut. Aromatherapy inhaler dapat digunakan untuk memberikan rasa nyaman bagi mereka di sepanjang perjalanan. Ear plug dan sleep eye mask dapat digunakan untuk membantu mereka menghindari hiruk pikuk yang ada di sekitar mereka dan mempermudah mereka untuk tidur di perjalanan.
Exam 101 kit merupakan survival kit yang ditujukan kepada masyarakat urban terutama mahasiswa dan pelajar sebagai kumpulan produk yang dapat membantu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi mereka ketika menghadapi ujian-ujian. Dalam exam 101 survival kit tersebut, kami menawarkan beberapa produk seperti aromatherapy inhaler, dua aromatherapy candle dan pocket agenda. Aromatherapy inhaler dan aromatherapy candle dapat digunakan untuk memberikan rasa nyaman melalui aromanya yang memudahkan mereka untuk menghadapi berbagai ujian-ujian. Lalu pocket agenda yang dapat digunakan untuk membantu mereka mengorganisir jadwal kegiatan-kegiatan mereka sehari-harinya.
2. Pengembangan dan Penyesuaian Segmen Pelanggan
Pada bagian ini, pengembangan segmen pelanggan menyesuaikan dengan penambahan variasi produk yang telah direncanakan. Dengan menggunakan jenis segmentasi konsumen yaitu segmented, maka kami membedakan segmen pasar yang ada sesuai kebutuhan pelanggan dan masalahnya masing-masing. Adanya rencana untuk menambah varian produk baru yaitu travel kit dan exam 101 kit, maka terdapat penambahan segmentasi pasar sesuai dengan varian produk baru yang kami tawarkan, yaitu:
  1. Travel kit: Kumpulan produk ini ditujukan untuk para konsumen yang sedang atau sering bepergian, baik itu keluar kota maupun keluar negeri.
  2. Exam 101 kit: Kumpulan produk yang ditujukan untuk para mahasiswa dan pelajar yang sedang menghadapi ujian.
Namun adanya penambahan varian produk tersebut tidak mengubah target konsumen yang sudah ditetapkan pada awal perencanaan bisnis. Target konsumen kami merupakan masyarakat urban dengan penghasilan menengah keatas yang berumur 15-48 tahun.
3. Penyesuaian Value Proposition
  1. Compact
Nilai yang kami tawarkan dari produk kami yang membedakan dari produk pesaing kami yaitu Compact products, yang dimaksud dengan compact adalah serangkaian produk yang digabung dan dikelompokkan menjadi satu. Dengan ini, pelanggan tidak harus membeli dan mencari produk sendiri-sendiri, tetapi dimudahkan dengan kurasi produk yang telah kami kelompokkan menjadi satu sesuai kebutuhan. Produk kami menawarkan multiple product pada setiap kit, sehingga dengan mengelompokkannya menjadi satu juga memudahkan pelanggan untuk bisa membawa kit kami dalam perjalanan dengan mudah.
  1. Convenience 
Dalam proses pembuatan produk ini, kami tidak hanya melihat diri kami sebagai bisnis yang mencari untung, tetapi kami disini mencari solusi bagi pelanggan. Untuk melakukan itu kita harus berpikir sebagai pelanggan, apa yang menjadi kesulitan bagi mereka, itulah peluang kami untuk membantu. Bagi masyarakat urban kesulitan mereka salah satunya adalah kenyamanan, untuk mencapai kenyamanan tersebut dibutuhkan usaha yang lebih dan terkadang mereka enggan mencari itu. Oleh karena itu kami menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat tanpa usaha ekstra yang tidak perlu.
  1. Practical 
Produk kami telah disesuaikan fungsinya sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi pada setiap situasi dan kondisi yang ditujukan. Dalam proses pembuatan produk, kami telah melakukan pengkajian mengenai essential oil yang merupakan bahan utama dari produk-produk kami. Sehingga essential oil yang digunakan pada setiap produk memang memiliki khasiat masing-masing yang sesuai dengan kit yang ditujukan. Tujuan utama dari pilihan kombinasi essential oil yang digunakan ditujukan untuk memberikan kemudahan untuk tidur khusus untuk Deep Sleep Kit, serta memberikan kenyamanan dan mengurangi tekanan stress untuk Commuter Kit dan Apartment Kit. Sehingga, survival kit kami mampu memberikan solusi efektif untuk masalah yang ada dan cocok untuk situasi dimana produk kami dibutuhkan.